Rumania: Seorang Wanita Muda

Saat itu hampir tengah malam ketika para tahanan wanita mendengar para penjaga Komunis datang. Mereka cepat-cepat berkumpul mengelilingi seseorang yang dikutuk, seorang wanita muda yang dijatuhi hukuman mati karena imannya dalam Kristus. Mereka membisikkan ucapan selamat tinggal dengan buru-buru. Tak ada air mata dari wanita Rumania muda itu, tak ada jeritan memohon belas kasihan.

Malam sebelumnya, para tahanan mendengarkan wanita muda itu, wajahnya bersinar dengan kasih. "Bagiku, kuburan ini adalah gerbang menuju kota surgawi," katanya kepada mereka. "Siapa yang dapat menceritakan keindahan kota itu? Di sana, kesedihan tidak dikenal. Hanya ada sukacita dan nyanyian. Setiap orang berpakaian dalam putihnya kemurnian. Kita dapat melihat Tuhan berhadapan wajah. Ada sukacita yang luar biasa yang tidak dapat diekspresikan dengan bahasa manusia. Mengapa aku harus menangis? Mengapa aku harus sedih?"

Ia seharusnya akan menikah, namun malam ini, katanya kepada mereka, bukannya berada bersama tunangan duniawinya, ia akan bertemu dengan Pengantin pria surgawinya.

Para penjaga yang tak kenal ampun masuk ke selnya dan wanita itu melangkah maju menghampiri mereka, siap pergi. Saat ia meninggalkan sel itu, dikelilingi para penjaga, ia mulai mengucapkan pengakuan iman rasuli. Beberapa menit kemudian, dengan air mata melelehi wajah mereka, para tahanan yang tertinggal mendengar suara tembakan. Para pengeksekusi menyangka bahwa mereka telah mengakhiri nyawa wanita muda itu, namun mereka hanyalah mengirimnya untuk hidup selamanya di tempat yang jauh lebih baik.

Keberanian adalah jembatan yang membawa kita dari keberadaan di dunia ke kerinduan yang tak dapat dipahami akan masa depan surgawi. Mereka yang sangat memahami kepastian keberadaan surgawi mendapati bahwa lebih mudah menukarkan nyawa yang tak berharga di dunia dengan kewarganegaraan kekal di surga. Keberanian menolong kita membiarkan pergi semua yang mengikat kita di dunia - segala sesuatu yang membuat kita suka tinggal sini. Hal ini membutuhkan keberanian untuk percaya akan kehidupan setelah kematian. Bagaimanapun, kehidupan di dunia merupakan segala yang kita ketahui sampai waktunya kita meninggal. Kita cukup berani jika kita meluncur dalam iman, dengan percaya bahwa Kristus menjadikan mungkin bagi kita untuk menyeberang menuju kekekalan bersama-Nya. Suatu saat ketika kita telah membuat keputusan yang pasti itu, kita dapat menghadapi kehidupan dengan tujuan dan kematian dengan keberanian.

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

Diambil dari:

Judul buku : Devosi Total
Judul asli buku : Extreme Devotion
Penulis : The Voice of the Martyrs
Penerjemah : Fintawati R. dan Ivan H.
Penerbit : Surabaya, KDP 2005
Halaman : 27

Dipublikasikan di: http://wanita.sabda.org/rumania_seorang_wanita_muda

Kategori: 

Tinggalkan Komentar